Dian Octavian.s
3pa10
125-133-73
PSIKOTERAPI
Kekurangan dan kelebihan terapi psikoterapi
Sebelum kita membahas kekurangan dan kelebihan mari mengenal
dulu apa sih psikoanalisi dan apa saja terapinya.
Psikoanalisis
ialah sebuah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para
pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Bagi yang
belum mengenal siapa sih Sigmund freud? Beliau dikenal sebagai bapak dari
psikologi sekaligus pencetus psikoanalisis. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di
Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23
September 1939.
Psikoanalisis secara umum berarti suatu
pandangan tentang manusia, dimana ketidaksadaran memegang peranan sentral.
Psikoanalisis memandang kejiwaan manusia sebagai ekspresi dari adanya dorongan
yang menimbulkan konflik. Konflik timbul karena ada dorongan-dorongan yang
saling bertentangan, baik dari dorongan yang disadari maupun yang tidak
disadari.
Tadi itu sedikit tentang pengertian “psikoanalisis”
lalu di dalam psikoanalisi terdapat tiga konsep, yaitu :
ada 3 konsep utama dari psikoanalisis
yaitu
1.
Id
Ialah segala suatu cara memperoleh kepuasan sehingga
disebut sebagai prinsip
Kesenangan.
2.
Ego
Berfungsi
sebagai penengah antara id dan superego
3.
Superego
Ialah segala suatu yang ideal yang berhubungan dengan nilai
ataupun moral
Nah itu adalah konsep dari psikoanalisi yang mengatur
nafsu kita.
Yuk kita lihat sekarang apa aja sih metode sikoterapi.
Terdapat 5 metode sikoterapi :
1.
Asosiasi Bebas
adalah
teknik yang memberi kebebasan pada klien untuk mengatakan apa saja perasaan,
pemikiran, dan renungan yang ada dalam pikirannya tanpa ada yang disembunyikan.
Melalui teknik ini, klien diharapkan mampu melepaskan emosi yang berkaitan
dengan pengalaman traumatik di masa lau yang terpendam (katarsis). Katarsis
inilah yang mendorong klien memperoleh pemahaman dan evaluasi diri yang lebih
objektif. Tugas terapis disini adalah memahami hal-hal yang di represi dan
hanyut ke alam bawah sadar. Selanjutnya terapis akan menafsirkan hal tersebut
dan menyampaikannya pada klien. Setelah itu, membimbing ke arah pemahaman
dinamika kepribadian yang tidak disadari oleh klien.
2.
Analisis mimpi
Freud
menilai mimpi sebagai jalan istimewa menuju ketidaksadaran karena melalui
mimpi, hasrat, kebutuhan dan ketakutan yang di pendam akan mudah diungkapkan.
Pada saat klien tidur, pertahanan egonya akan melemah sehingga perasaan yang
ditekan akan muncul ke alam sadar. Analisis mimpi memungkinkan terapis untuk
mengetahui masalah-masalah yang tidak terselesaikan oleh klien. Pada dasarnya
mimpi memiliki 2 taraf isi, yaitu isi laten dan isi manifes. Isi laten terdiri
dari motif yang disamarkan, tersembunyi dan bersifat simbolik karena terlalu
menyakitkan dan mengancam seperti dorongan seksual dan agresif. Sementara itu,
isi manifes terdiri dari bentuk mimpi yang tampil dalam impian klien. Tugas
terapis disini adalah menyingkap makna yang disamarkan dengan mempelajari
simbol-simbol dari isi manifes mimpi, sehingga dapat diketahui isi laten klien.
3.
Analisis
Resistensi
Resistensi
dipandang oleh Freud sebagai pertahanan klien terhadap kecemasan yang akan
meningkat jika klien menjadi sadar atas dorongan dan perasaan yang
direpresinya. Hal ini akan menghambat terapis dan klien memperoleh pemahaman
dinamika ketidaksadaran klien. Jika terjadi resistensi, terapis harus
membangkitkan perhatian klien dan menafsirkan resistensi yang paling terlihat
untuk mengurangi kemungkinan klien menolak penafsiran. Resistensi dapat
menghambat kemampuan klien untuk mengalami kehidupan yang lebih memuaskan
sehingga sebisa mungkin terapis harus dapat memberi pemahaman pada klien agar
membuka tabir resistensinya.
4.
Analisis
Transferensi
Transferensi
merupakan reaksi klien yang melihat terapis sebagai orang yang paling dekat dan
penting dalam hidupnya di masa lalu. Sebagian besar terapis akan mengembangkan
neurosis transferensi yang dialami klien di lima tahun pertama kehidupannya.
Untuk itu terapis harus melakukannya secara netral, objektif, anonim dan pasif.
Teknik ini akan mendorong klien menghidupkan kemabali masa lalunya sehingga
memberi pemahaman pada klien mengenai pengaruh masa lalunya terhadap
kehidupannya saat ini. Melalui transferensi, klien juga mampu menyadari konflik
masa lalu yang masih dipertahankannya sampai sekarang.
5.
Interpretasi
(Penafsiran)
Interpretasi
merupakan prosedur dasar yang mencakup analisis terhadap asosiasi bebas,
analisis mimpi, analisis resistensi, dan analisis transferensi. Terapis akan
menyampaikan sekaligus memberi pemahaman pada klien mengenai makna dari tingkah
laku klien yang dimanifestasikan melalui keempat teknik psikoanalisis tersebut.
Tujuan dari penafsiran ini adalah agar mendororng ego klien untuk megasimilasi
hal-hal baru dan mempercepat proses penyingkapan hal-hal yang tidak disadari.
Penafsiran harus disampaikan pada saat yang tepat agar dapat diterima klien sebagai
bagian dari dirinya.
Kelebihan :
-
Dengan terapi ini
terapis bisa lebih mengetahui masalah pada diri klien, karena prosesnya dimulai
dari mencari tahu pengalaman-pengalaman masa lalu pada diri klien.
-
Terapi ini bisa
membuat klien mengetahui masalah apa yang selama ini tidak disadarinya.
-
Adanya persesuaian antara teori dan
teknik
Kekurangan
:
-
Diperlukan
terapis yang benar-benar terlatih untuk melakukan terapi
-
Terlalu banyak
menekankan kepada pengalaman masa kanak-kanak dan menganggap kehidupan seolah-olah
sepenuhnya ditentukan masa lalu.
-
Waktu yang
dibutuhkan dalam terapi terlalu panjang
Demikian yang saya bisa
jelaskan mengenai psikoanalisa beserta metode dan kekurang kelebihannya. Jika terdapat kekurangan atau
bahkan salah mohon dipencerahannya terimakasih.
SUMBER :
-
Feist, J., &
Feist, G. J. (2009). Theories of Personality (7th ed.). New York: McGraw-Hill.
-
Gunarsa, S.D.
(1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia