Autisme di lihat dari
sisi psikologi dan sains
Ø Pengertian autisme secara umum : Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan.Orang-orang yang mengalami autisme mempunyai gangguan atau masalah dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain
Ø Pengertian autism secara psikologi : Autisme adalah gangguan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi social. Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” berarti sendiri yang ditujukan kepada seseorang yang hidup dalam dunianya sendiri.
Ø Pengertian autism secara sains : adalah cacat perkembangan otak yang melibatkan fungsi otak. Autisme dianggap sebagai sejenis kecacatan neurologi dan bukan cacat psikiatris (psychiatric disorder), walaupun penyebab penyakit ini termasuk masalah dengan hubungan sosial, dan komunikasi emosi, dan juga pola hidup biasa terkait dengan minat, aktivitas dan perilaku. Autisme juga melibatkan masalah dengan integrasi indera. Biasanya, autisme terlihat pada usia awal tiga tahun. Diperkirakan bahwa autis melibatkan dalam 2 sampai 6 kasus setiap 1.000 orang, dan autisme 4 kali lebih sering dalam anak laki-laki dibandingkan perempuan (menurut "Autism Society of Amerika" ). Autisme lebih sering dikalangan pria berkulit putih.
Ø Penyebab autis dari sisi psikologi : merupakan gangguan perkembangan kompleks dimana gejalanya akan mulai terlihat sebelum usia 3tahun . Autisme akan mempengaruhi interaksi social , komunikasi verbal dan non-verbal, serta gangguan perilaku pada anak. Menurut American pshychiatric association, autism di kenal sebagai pervasive development Disorders.
Ø Penyebab autis dari sisi sains : Beberapa ahli mengatakan bahwa faktor genetic berperan penting dalam autism. Jika satu keluarga memiliki satu anak autis, maka kemungkinan memiliki anak autism lagi adalah 3-8%. Sedangkan jika salah satu anak kembar menderita autism maka kemungkinan kembarannya menderita autism adalah 30%. Abnormal kromosom DNA dan masalah pada susunan saraf di temukan pada sebagian besar anak autism. Studi lain menemukan bahwa kaitan antara usia orang tua dengan autism. Pada beberapa anak, autism juga di hubungkan dengan penyakit sebelumnnya. Misalnya ibu terkena infeksi rubella, toksoplamosis atau sitomegalovirus selama ke hamilan, adanya kelainan bawaan sejak lahir, adanya bahwa kelainan sejak lahir ( tuberous sclerosis, kelainan saraf, Dll ), infeksi pada anak setelah lahir seperti enfeselopati, meningitis bakterialis dll ).
Saat ini, autisme dapat diobati tetapi tidak dapat dipulihkan. (Meskipun ada
organisasi yang dapat Sembuhkan Autisme Sekarang "Cure Autism Now").
Diagnosis dan pelatihan awal sangat penting untuk perkembangan masa depan
anak-anak.
Setelah membahas
pengertian autism dari sisi psikologi dan sains . sekarang akan di jelaskan
penyebab autism dari sisi psikologi dan sains .
Ø Penyebab
autis dari sisi psikologi : merupakan gangguan
perkembangan kompleks dimana gejalanya akan mulai terlihat sebelum usia 3tahun
. Autisme akan mempengaruhi interaksi social , komunikasi verbal dan
non-verbal, serta gangguan perilaku pada anak. Menurut American pshychiatric
association, autism di kenal sebagai pervasive development Disorders.
Ø Penyebab
autis dari sisi sains : Beberapa ahli
mengatakan bahwa faktor genetic berperan penting dalam autism. Jika satu
keluarga memiliki satu anak autis, maka kemungkinan memiliki anak autism lagi
adalah 3-8%. Sedangkan jika salah satu anak kembar menderita autism maka
kemungkinan kembarannya menderita autism adalah 30%. Abnormal kromosom DNA dan
masalah pada susunan saraf di temukan pada sebagian besar anak autism. Studi
lain menemukan bahwa kaitan antara usia orang tua. dengan autism. Pada beberapa anak, autism juga di
hubungkan dengan penyakit sebelumnnya. Misalnya ibu terkena infeksi rubella,
toksoplamosis atau sitomegalovirus selama ke hamilan, adanya kelainan bawaan
sejak lahir, adanya bahwa kelainan sejak lahir ( tuberous sclerosis, kelainan
saraf, Dll ), infeksi pada anak setelah lahir seperti enfeselopati, meningitis
bakterialis dll ).
Setelah pengertian dari sisi psikologi dan
sains. Ini adalah jenis-jenis autis dan definisinya :
Jenis –
jenis autisme dan pengertiannya :
- Sindrom Asperger : Jenis gangguan ini ditandai dengan defisiensi interaksi sosial dan kesulitan dalam menerima perubahan rutinitas sehari-hari.Pada sindrom Asperger, kemampuan bahasa tidak terlalu terganggu bila dibandingkan dengan gangguan lain.Anak yang menderita jenis autisme ini kurang sensitif terhadap rasa sakit, namun tidak dapat mengatasi paparan suara keras atau sinar lampu yang tiba-tiba.Anak dengan sindrom Asperger memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata sehingga secara akademik mampu dan tidak bermasalah.
- Autistic Disorder : Autistic disorder disebut juga sebagai true autism atau childhood autism karena sebagian besar berkembang pada tiga tahun awal usia anak.Pada sebagian besar kasus, anak yang terkena autistic disorder tidak memiliki kemampuan berbicara dan hanya bergantung pada komunikasi non-verbal.Kondisi ini mengakibatkan anak menarik diri secara ekstrim terhadap lingkungan sosialnya dan bersikap acuh tak acuh.Anak tidak menunjukkan kasih sayang atau kemauan untuk membangun komunikasi.
- Pervasif Developmental Disorder : Autisme jenis ini meliputi berbagai jenis gangguan dan tidak spesifik terhadap satu gangguan.Tingkat keparahan mulai dari yang ringan sampai ketidakmampuan yang ekstrim. Umumnya didiagnosis dalam 5 tahun pertama usia anak.Pada gangguan ini, keterampilan verbal dan non-verbal efektif terbatas sehingga pasien kurang bisa komunikasi.
- Childhood Disintegrative Disorder : Gejala-gejala gangguan ini muncul ketika seorang anak berusia antara 3 sampai 4 tahun.Pada dua tahun awal, perkembangan anak nampak normal yang kemudian terjadi regresi mendadak dalam komunikasi, bahasa, sosial, dan keterampilan motorik.Anak menjadi kehilangan semua keterampilan yang diperoleh sebelumnya dan mulai menarik diri dari semua lingkungan sosial.
- Rett Syndrome : Rett syndrome relatif jarang ditemukan dan sering keliru didiagnosis sebagai autisme.
Ø Ini
ada bebrapa jenis terapi yang dapat di lakukan untuk anak autis :
A. Terapi perilaku
- Terapi okupasi : Terapi okupasi dilakukan untuk membantu menguatkan, memperbaiki koordinasi dan keterampilan otot pada anak autis.
- Terapi wicara Terapi wicara (speech therapy) : merupakan suatu keharusan, karena anak autis mempunyai keterlambatan bicara dan kesulitan berbahasa.
- Sosialisasi : dengan menghilangkan perilaku yang tidak wajar
B. Terapi biomedik
Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.
Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.
C. Sosialisasi ke sekolah reguler
Anak autis yang telah
mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik dapat dicoba untuk memasuki
sekolah formal sesuai dengan umurnya dengan tidak meninggalkan terapi
perilakunya.
D. Sekolah (Pendidikan) Khusus
Pada sekolah (pendidikan)
khusus ini dikemas khusus untuk penyandang autis yang meliputi terapi perilaku,
wicara dan okupasi, bila perlu dapat ditambahkan dengan terapi obat-obatan,
vitamin dan nutrisi yang memadai.
Ø Ini
terapi yang dapat di lakukan secara kedokteran :
- Intervensi Processing Sensory meliputi pendekatan intervensi sensori yang teringerasi dan holistik
- Educational Treatment, meliputi tetapi tidak terbatas pada: Applied Behavior Analysis (ABA) yang prinsip-prinsipnya digunakan dalam penelitian Lovaas sehingga sering disamakan dengan Discrete Trial Training atau Intervensi Perilaku Intensif.
- Floor Time Pendekatan developmental yang dikaitkan dengan pendidikan yang dikenal sebagai Floortime.
- TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication – Handicapped Children).
- Biological Treatment, meliputi tetapi tidak terbatas pada: diet, pemberian vitamin dan pemberian obat-obatan untuk mengurangi perilaku-perilaku tertentu (agresivitas, hiperaktif, melukai diri sendiri, dsb.).
- Oral Motor dan Speech Language Intervension, meliputi tetapi tidak terbatas pada usaha penanganan gangguan oral motor meliputi gangguan oral motor berupa gangguan mengunyah menelan dan gangguan bicara.
- PACS Komunikasi, peningkatan kemampuan komunikasi, seperti PECS (Picture Exchange Communication System), bahasa isyarat, strategi visual menggunakan gambar dalam berkomunikasi dan pendukung-pendukung komunikasi lainnya.
- Pelayanan Autisme Intensif, meliputi kerja team dari berbagai disiplin ilmu yang memberikan intervensi baik di rumah, sekolah maupun lngkungan sosial lainnya.Terapi yang bersifat Sensoris, meliputi tetapi tidak terbatas pada Occupational Therapy (OT), dan Auditory Integration Training (AIT).
- Terapi Snoozelen > Intervensi diet alergi dan hipesensitif makanan tanpa melalui tes alergi tetapi berdasarkan Gold Standar Eliminasi provokasi. Selama ini pendekatan intervensi diet sering tidak optimal dan salah langjkah karena kesulitanm memastikan makanan mana yang cocok atau menganggu. Kesalahan tersebut karena selama ini memakai tes alergi atau tes lainnya, Padahal untuk memastikan makanan seharusnya bukan dengan yes alergi tetapi dengan Chalenge Test atau eliminasi provokasi makanan.
No comments:
Post a Comment