125-133-73
Di post saya sebelumnya saya membahas psikoterapi beserta kelebihan dan kekurangannya.
kali ini saya membahas langsung pada 5 Metode Psikoterapi beserta yang saya sukai dan alasanya.
5 metode sikoterapi :
1.
Asosiasi Bebas
adalah
teknik yang memberi kebebasan pada klien untuk mengatakan apa saja perasaan,
pemikiran, dan renungan yang ada dalam pikirannya tanpa ada yang disembunyikan.
Melalui teknik ini, klien diharapkan mampu melepaskan emosi yang berkaitan
dengan pengalaman traumatik di masa lau yang terpendam (katarsis). Katarsis
inilah yang mendorong klien memperoleh pemahaman dan evaluasi diri yang lebih
objektif. Tugas terapis disini adalah memahami hal-hal yang di represi dan
hanyut ke alam bawah sadar. Selanjutnya terapis akan menafsirkan hal tersebut
dan menyampaikannya pada klien. Setelah itu, membimbing ke arah pemahaman
dinamika kepribadian yang tidak disadari oleh klien.
2.
Analisis mimpi
Freud
menilai mimpi sebagai jalan istimewa menuju ketidaksadaran karena melalui
mimpi, hasrat, kebutuhan dan ketakutan yang di pendam akan mudah diungkapkan.
Pada saat klien tidur, pertahanan egonya akan melemah sehingga perasaan yang
ditekan akan muncul ke alam sadar. Analisis mimpi memungkinkan terapis untuk
mengetahui masalah-masalah yang tidak terselesaikan oleh klien. Pada dasarnya
mimpi memiliki 2 taraf isi, yaitu isi laten dan isi manifes. Isi laten terdiri
dari motif yang disamarkan, tersembunyi dan bersifat simbolik karena terlalu
menyakitkan dan mengancam seperti dorongan seksual dan agresif. Sementara itu,
isi manifes terdiri dari bentuk mimpi yang tampil dalam impian klien. Tugas
terapis disini adalah menyingkap makna yang disamarkan dengan mempelajari
simbol-simbol dari isi manifes mimpi, sehingga dapat diketahui isi laten klien.
3.
Analisis
Resistensi
Resistensi
dipandang oleh Freud sebagai pertahanan klien terhadap kecemasan yang akan
meningkat jika klien menjadi sadar atas dorongan dan perasaan yang
direpresinya. Hal ini akan menghambat terapis dan klien memperoleh pemahaman
dinamika ketidaksadaran klien. Jika terjadi resistensi, terapis harus
membangkitkan perhatian klien dan menafsirkan resistensi yang paling terlihat
untuk mengurangi kemungkinan klien menolak penafsiran. Resistensi dapat
menghambat kemampuan klien untuk mengalami kehidupan yang lebih memuaskan
sehingga sebisa mungkin terapis harus dapat memberi pemahaman pada klien agar
membuka tabir resistensinya.
4.
Analisis
Transferensi
Transferensi
merupakan reaksi klien yang melihat terapis sebagai orang yang paling dekat dan
penting dalam hidupnya di masa lalu. Sebagian besar terapis akan mengembangkan
neurosis transferensi yang dialami klien di lima tahun pertama kehidupannya.
Untuk itu terapis harus melakukannya secara netral, objektif, anonim dan pasif.
Teknik ini akan mendorong klien menghidupkan kemabali masa lalunya sehingga
memberi pemahaman pada klien mengenai pengaruh masa lalunya terhadap
kehidupannya saat ini. Melalui transferensi, klien juga mampu menyadari konflik
masa lalu yang masih dipertahankannya sampai sekarang.
5.
Interpretasi
(Penafsiran)
Interpretasi
merupakan prosedur dasar yang mencakup analisis terhadap asosiasi bebas,
analisis mimpi, analisis resistensi, dan analisis transferensi. Terapis akan
menyampaikan sekaligus memberi pemahaman pada klien mengenai makna dari tingkah
laku klien yang dimanifestasikan melalui keempat teknik psikoanalisis tersebut.
Tujuan dari penafsiran ini adalah agar mendororng ego klien untuk megasimilasi
hal-hal baru dan mempercepat proses penyingkapan hal-hal yang tidak disadari.
Penafsiran harus disampaikan pada saat yang tepat agar dapat diterima klien sebagai
bagian dari dirinya.
Nah, ini adalah 5 metode dari post saya sebelumnya. Dari semua metode ini yang paling saya sukai adalah "Asosiasi bebas" kenapa asosiasi bebas ?
karena metode tersebut memberikan kelonggaran atau kebebasan pada klien untuk bercerita pengalaman dimasa lampau tentang emosinya atau trauma pada klien sehingga terbawa sampai dewasa. Metode ini akan membuat klien leluasa untuk menceritakan semua pengalamannya sehingga terapis pun akan mudah menafsirkan jika ceritanya jelas dan memberi arahan pada klien pun tidak akan terlalu sulit.
terimakasih. jika ada yang ingin menambhan silahkan komentarnya...