Dian octavian.s
125-133-73
2pa10
-Kesehatan Mental-
- Pengertian kesehatan mental
- Sejarah kesehatan mental
Sejarah kesehatan
mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena
masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat
diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan
relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental
sering kali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarganya
sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga
tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang
biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus
untuk masyarakat I ndonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum
begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda
membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang
masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif
untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang
beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut membawa
dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya
mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun
seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai
penderita gangguan mental.- Ciri - ciri kesehatan mental
1. Memiliki sikap batin (Attitude) yang positif terhadap dirinya sendiri.
2. Aktualisasi diri
(kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa.)
3. Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada
4. Mampu berotonom terhadap diri sendiri (Mandiri)
5. Memiliki persepsi yang obyektif terhadap realitas yang ada
6. Mampu menselaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. (Jahoda, 1980).
7. Memiliki persepsi yang akurat terhadap realita,termasuk melihat realita sebagaimana adanya.
8. Tidak menyangakal hal-hal buruk yang terjadi di masa lalunya dan masa kini.
9. Memiliki penguasaan terhadap situasi, termasuk mempunyai kontrol diri di dalam mengasihi
orang lain,
di dalam pekerjaan termasuk dalam bersahabat dengan orang lain.
- Gangguan kesehatan mental
Bagi penderita gangguan
mental / psychoneurosis, masih menghayati realitas , masih hidup dalam alam
pada umumnya. ia masih merasakan kesukaran-kesukaran sebenarnya ia tidak dapat
atau kurang dapat mengadakan penyesuaian diri terhadap lingkungan serta belum
kuat atau tidak kuat kata hatinya. Itulah sebenarnya ia mencari jalan keluar
untuk melarikan diri dari kekecewaan atau penderitaan menjadi Psychoneorosis,
dijelaskan beberapa macam gangguan mental, yaitu :
1. Histeria :
Sebenarnya tidak ada dasar fisik atau
organis, tetapi si penderita betul-betul merasa sakit kadang-kadang dapat
berupa kelumpuhan. Seperti gangguan mental lainnya, perasaan tertekan, gelisah,
cemas dan sebagainya. Gejala-gejala tersebut dapat terlihat seperti
gejala fisik atau gejala mental.
2. Psikosomatisme :
Psikosomatis berasal dari dua kata yaitu
” psycho” yang artinya pikiran dan “soma” yang artinya tubuh. Psikosomatis
dalam dunia medis yaitu merupakan suatu penyakit yang mula-mula dipengaruhi
oleh faktor kejiwaan (psikologis), kemudian berjalannya waktu sehingga menjadi
penyakit fisik. Konflik psikis merupakan sebab bermacam macam penyakit fisik.
Penyakit fisik yang telah ada semakin parah.
- Perbedaan Konsep Kesehatan mental pada budaya barat dan timur
Definisi diberikan kepada masing-masing budaya, namun kebanyakan
melihat kebudayaan sebagai seperangkat pedoman yang memandu bagaimana mereka
memandang dunia, merespon secara emosional, dan berperilaku di dalamnya atau
pedoman untuk hidup. Banyak hal dalam
kehidupan yang dipengaruhi oleh budaya, kesehatan mental dan gerakan kesehatan
mental juga dipengatuhi oleh budaya.
Dalam kesehatan mental, faktor kebudayaan juga memegang peran penting. Apakah seseorang itu dikatakan sehat atau sakit mental bergantung pada kebudayaannya (Marsella dan White, 1984). Hubungan kebudayaan dengan kesehatan mental dikemukakan oleh (Wallace, 1963) meliputi :
•Kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental.
•Berbagai bentuk gangguan mental karena faktor kultural, dan
•Upaya peningkatan dan pencegahan gannguan mental dalam budaya.
Ada perbedaan konsep kesehatan mental budaya barat dan timur ;
Dalam kesehatan mental, faktor kebudayaan juga memegang peran penting. Apakah seseorang itu dikatakan sehat atau sakit mental bergantung pada kebudayaannya (Marsella dan White, 1984). Hubungan kebudayaan dengan kesehatan mental dikemukakan oleh (Wallace, 1963) meliputi :
•Kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental.
•Berbagai bentuk gangguan mental karena faktor kultural, dan
•Upaya peningkatan dan pencegahan gannguan mental dalam budaya.
Ada perbedaan konsep kesehatan mental budaya barat dan timur ;
-
Barat : lebih
memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai
mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis.
-
Timur : lebih
bersifat holistik, yaitu melihat sehat lebih secara menyeluruh saling berkaitan
sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.
Model-model Kesehatan
Barat dan Timur
Model-model kesehatan muncul karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan, seperti halnya model kesehatan dari Barat dan juga Timur. Akan tetapi, dalam model-model itu terdapat variasi yang disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara model-model tersebut.
•Model Biomedis (Freund, 1991) memiliki 5 asumsi. Pertama, terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu. Kedua, penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh, baik secara biokimia atau neurofisiologis. Ketiga, setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang berpotensi dapat diidentifikasi. Keempat, melihat tubuh sebagai suatu mesin. Kelima, konsep tubuh adalah objel yang perlu diatur dan dikontrol.
•Model Psikiatris, merupakan model yang berkaitan dengan model biomedis. Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan untuk mengoreksi abnormalitas.
Model-model kesehatan muncul karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan, seperti halnya model kesehatan dari Barat dan juga Timur. Akan tetapi, dalam model-model itu terdapat variasi yang disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara model-model tersebut.
•Model Biomedis (Freund, 1991) memiliki 5 asumsi. Pertama, terdapat perbedaan yang nyata antara tubuh dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu bagian tubuh tertentu. Kedua, penyakit dapat direduksi pada gangguan fungsi tubuh, baik secara biokimia atau neurofisiologis. Ketiga, setiap penyakit disebabkan oleh suatu agen khusus yang berpotensi dapat diidentifikasi. Keempat, melihat tubuh sebagai suatu mesin. Kelima, konsep tubuh adalah objel yang perlu diatur dan dikontrol.
•Model Psikiatris, merupakan model yang berkaitan dengan model biomedis. Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan untuk mengoreksi abnormalitas.
Referensi :
No comments:
Post a Comment